Blog

Ini 6 Tahapan untuk Move On yang Harus Kamu Lalui

Move On
Break Up

Ini 6 Tahapan untuk Move On yang Harus Kamu Lalui

Putus cinta sering kali membuat dunia seseorang menjadi gelap-gulita. Mendadak nggak doyan makan, nggak bisa tidur, hingga malas melakukan apapun dan mengganggu produktivitas. Kamu selalu memikirkan si dia dan teringat kenangan saat masih menjalin hubungan dengannya. Buat kamu yang tengah berada di posisi ini pasti bertanya-tanya bisakah kamu melalui semua ini dan bagaimana cara agar bisa move on dari mantan?

Sebenarnya putus cinta merupakan hal yang hampir pernah dialami oleh semua orang, baik itu mereka yang baru menjalin hubungan ataupun yang telah menjalin hubungan selama bertahun-tahun. Tidak ada perpisahan yang mudah. Ada dua pilihan ketika kamu sedang putus cinta, yaitu kembali menjalin hubungan dengan mantan atau memutuskan untuk move on. Banyak orang yang lebih memilih move on dibandingkan kembali ke mantan. Apalagi jika penyebab putusnya hubungan karena hal yang tidak dapat ditoleransi.

Buat kamu yang ingin move on dan memulai hidup kembali, berikut tahapan move on yang harus kamu lalui dan kamu hadapi:

6 Langkah Move On dari Mantan

Meski barat, move on dari mantan bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Meskipun saat patah hati kamu merasa duniamu hancur, namun bukan berarti kamu tidak bisa terlepas dari itu semua. Berikut tahapan yang harus kamu lewati agar bisa move on dari mantan dan memulai hidup yang baru:

1.      Terima Kenyataan Bahwa Semua Telah Berakhir

Tahapan pertama yang harus kamu lewati adalah menerima kenyataan bahwa hubunganmu dengan si dia sudah berakhir. Menerima kenyataan ini memang bukan sesuatu yang mudah. Ada perasaan dalam diri kamu yang berusaha menyangkal semua itu. Ditambah kenangan-kenangan bersama dia yang terus bermunculan membuatmu lebih sulit melupakan dia.

Sebenarnya kamu tidak perlu berusaha melupakan dia. Jika kamu sering bilang, “Aku harus lupakan dia,” maka untuk saat ini tidak perlu dilakukan. Kamu hanya perlu menerima bahwa semuanya telah berakhir. Jika kamu justru bertanya-tanya apakah perpisahan ini karena salahmu dan membuatmu mulai menyalahkan diri sendiri, kamu harus berhenti saat ini juga.

Terimalah kenyataan bahwa semuanya telah berakhir. Kamu dan dia sudah tidak ada lagi hubungan dan tidak ada jalan lain untuk kembali. Ingat alasan kamu dan dia berakhir, kemudian katakan ke diri sendiri bahwa kamu berharga dan berhak bahagia tanpa dia.

2.      Lewati Proses Penyangkalan

Setelah proses menerima kenyataan bahwa kamu dan dia tidak lagi bersama, tahapan kedua yang harus kamu lewati adalah penyangkalan. Ini selalu terjadi ketika seseorang patah hati.

Rasa sakit yang kamu rasakan karena perpisahan dengan si dia akan terasa sangat nyata dan ini sangat berat. Tidak jarang kamu merasa kamu tidak sanggup melalui semua ini dan menyangkal bahwa semuanya telah berakhir. Pasti ada cara untuk kembali menjalin hubungan dengannya.

Pada proses penyangkalan ini, kamu merasa duniamu benar-benar berakhir. Kamu tidak tahu bagaimana cara melanjutkan hidup tanpa dia di sisimu. Ini wajar, karena selama ini kamu selalu bersamanya dan menciptakan kebiasaan kamu dengannya hingga lambat laun menjadi ketergantuangan.

Pada proses ini biasanya kamu akan sangat merindukannya dan kembali membayangkan kamu kembali bersamanya. Termasuk harapan dia akan berubah jika kamu dan dia kembali bersama.

Tugasmu adalah menolak semua kesedihan yang ditimbulkan oleh penyangkalan ini. Terimalah kenyataan bahwa tidak ada harapan bersamanya lagi. Kamu juga dapat melakukan hal-hal yang membuatmu bahagia dan tidak bisa kamu lakukan saat ada dia.

3.      Coba Lagi, Pasti Masih Ada Kesempatan

Setelah tahapan penyangkalan, biasanya kamu akan mulai mempertimbangkan kembali menjalin hubungan dengannya. Ini dikarenakan ada perasaan yang tidak bisa kamu abaikan, baik itu perasaan rindu ataupun perasaan cinta yang semakin menggebu-gebu. Jika kamu bersamanya pasti semuanya akan kembali baik-baik saja. Obat rindu hanyalah bertemu dan bersama dia.

Sebenarnya perasaan-perasaan tersebut adalah hal yang wajar. Bayangan kembali bersamanya dan dia akan berubah juga hal yang wajar. Terimalah perasaan ini namun jangan sekali-kali melakukan tindakan untuk kembali bersamanya. Terima kenyataan bahwa kamu merindukannya dan semuanya telah berakhir. Tidak ada jalan lain selain menerima semua perasaan itu dan membiarkan waktu yang menyembuhkannya.

Alih-alih berusaha kembali bersamanya, kamu bisa melakukan hal-hal lain. Misalnya adalah bekerja atau belajar dengan lebih giat ataupun menghabiskan waktu bersama teman-teman ke tempat yang menyenangkan. Ingatlah patah hati tidak akan selamanya, pasti akan ada hari dimana semuanya baik-baik saja.

4.      Menyalahkan Keadaan dan Mantan

Setelah tidak berhasil mengembalikan keadaan seperti semula, tahapan selanjutnya yang akan kamu hadapi ketika patah hati adalah menyalahkan juga keadaan dan juga mantan. Biasanya pada tahapan ini kamu akan menganggap mantanmu adalah seseorang yang berengsek dan nggak seharusnya kamu pernah mengenalnya. Kamu juga akan merasa menyesal karena pernah memiliki hubungan dengannya.

Pada tahapan ini kamu akan marah dengan keadaan ini dan juga berkali-kali menyalahkan si dia. Ini adalah suatu hal yang sangat wajar muncul saat kamu tidak berhasil mengambalikan keadaan. Kemarahan ini muncul karena kamu berhasil mengatasi rasa takut yang menyebabkan guncangan, penolakan, serta tawar-menawar untuk kembali dengannya.

Tidak apa-apa, terimalah semua perasaan marah tersebut. Marah kepada seseorang yang telah menyakitimu adalah sesuatu yang wajar. Begitu juga marah kepada keadaan yang membuat semuanya menjadi sakit. Semuanya wajar dan baik-baik saja, namun keadaan berbeda jika kamu mengalami hal berikut ini:

5.      Merasa Tidak Memiliki Harapan

Jika amarah yang kamu rasakan berubah menjadi depresi, maka kamu harus mulai berhati-hati. Patah hati memang bukan sesuatu yang sederhana dan untuk bisa move on juga bukan sesuatu yang mudah. Namun jika kamu terus-menerus merasa sedih hingga merasa tidak memiliki harapan, ini adalah tanda bahwa kamu tidak baik-baik saja dan membutuhkan pertolongan orang lain.

Alih-alih membebaskan diri dari hubungan yang tidak membuatmu bahagia, kamu malah merasa semuanya tidak ada harapan. Kamu merasa kamu tidak akan mendapatkan cinta sejati setelah putus dengannya. Kamu juga merasa tidak akan ada lagi orang yang akan mencintaimu. Jika kamu berada di tahap ini, kamu dapat mengatakan ke diri sendiri bahwa kamu adalah seseorang yang berhak dicintai dan mulai mencintai dirimu sendiri. Dibandingkan menganggap diri sendiri sebagai korban, katakan bahwa dirimu adalah pemenang.

6.      Penerimaan dan Berhasil Move On

Tahapan terakhir dari patah hati dan menjadi ciri-ciri kamu sudah move on adalah penerimaan. Pada tahapan ini kamu menyadari bahwa kamu akan bahagia. Kamu merasa memiliki banyak harapan dan mulai melangkah maju ke depan. Kamu juga percaya akan ada orang yang mencintaimu di masa depan.

Jika kamu sudah ada di tahapan ini, maka ucapkan selamat kepada dirimu sendiri. Ini berarti kamu telah melewati lorong yang panjang dan gelap bernama patah hati.

Kesimpulan

Tidak ada patah hati yang tidak menyakitkan. Berakhirnya hubungan dua orang yang pernah saling mencintai pasti akan menyakiti kedua belah pihak. Namun buat kamu yang memutuskan untuk move on dan berhasil melalui tahapan di atas, kamu adalah orang yang hebat.

Share this :

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *