Blog

Law of Polarity: Rahasia Tingkatkan Hubungan Romantis Anda dengan Merangkul Energi Feminin

goddess
Dating / High Value Woman / Relationship

Law of Polarity: Rahasia Tingkatkan Hubungan Romantis Anda dengan Merangkul Energi Feminin

Anda tidak bisa tahan lama-lama berjauhan dari pasangan Anda di awal hubungan. Anda memikirkan pasangan sepanjang waktu. Setiap kali memejamkan mata, terbayang wajahnya yang sedang tersenyum pada Anda. Apa hal-hal tadi terasa akrab? Anda tidak sendirian, keinginan untuk selalu berdekatan secara fisik dengan pasangan Anda itu terjadi karena ada percikan awal dan rasa gairah yang begitu besar yang mengikat kalian berdua. Percikan inilah yang ditimbulkan oleh ‘law of polarity’ atau hukum polaritas dalam hubungan.

Namun seiring waktu, gairah yang tadinya meletup-letup bisa menurun. Bukan berarti cinta telah hilang, tetapi hubungan Anda rasanya hambar dan tak memiliki daya tarik magnetis seperti dulu. Satu hal yang pasti: Cinta saja tidak cukup. Anda juga membutuhkan gairah agar hubungan Anda berhasil.

Mengenal Law of Polarity dan Pentingnya Keseimbangan

Dalam setiap hubungan romantis yang sukses, pasti ada polaritas. Bisa dikatakan bahwa polaritas di dalam hubungan merupakan kunci utama gairah. Apa arti polaritas atau ‘law of polarity’ dalam hubungan romantis?

Law of polarity’ sesungguhnya merupakan hukum alam yang berakar pada konsep dualisme—salah satu simbol yang paling terkenal adalah yin dan yang. Simbol dari filosofi Tiongkok kuno ini menggambarkan sifat saling melengkapi dari dua energi yang tampaknya berlawanan—seperti terang dan gelap, panas dan dingin, atau maskulin dan feminin. Tak ada salah satu energi yang lebih baik atau superior ketimbang energi yang lainnya. Itu artinya, bukan saja salah satu dari energi ini tidak dapat ada dan bertahan tanpa yang lain, tetapi juga penyatuan antara keduanya diperlukan untuk mencapai keseimbangan.

Tak hanya dalam hubungan romantis, Anda membutuhkan kedua energi tersebut untuk dapat berfungsi di dalam kehidupan.

Penyatuan Energi Maskulin dan Feminin dalam Hubungan Romantis

Law of polarity’ selalu melibatkan aliran energi berdasarkan daya tarik antara dua kutub yang berlawanan—gaya tarik magnet antara kutub utara dan selatan magnet, misalnya. Ketika berbicara mengenai hubungan romantis gaya tarik ini terjadi karena adanya dualitas energi maskulin dan feminin dan kekuatan tarik-menarik yang mengalir di antara keduanya.

Meskipun polaritas antara maskulin dan feminin ini tampak jelas dalam konteks ketertarikan seksual dan hubungan intim, pada kenyataannya, hal itu berdampak pada kehidupan kita pada tingkat yang jauh lebih mendalam dan holistik daripada yang mungkin tampak awalnya. Namun di dalam hubungan romantis, Anda harus memahami betul energi inti yang Anda miliki dan merangkul energi tersebut sepenuhnya. 

Pada umumnya, pria didominasi oleh energi maskulin. Energi maskulin bersifat terpusat dan terarah. Mereka yang didominasi oleh energi maskulin adalah pengambil keputusan yang baik dan menyukai tantangan, dan meskipun tampak tidak emosional, mereka ingin dihargai atas keterampilan dan kontribusinya. Polaritas maskulin dapat menjadi terdepolarisasi ketika mereka diminta untuk mengambil peran sebagai penjaga dalam hubungan atau jika pasangan mereka mempertanyakan arah mereka (entah itu saat tersesat dalam perjalanan atau mencari tujuan dalam hidup). Seseorang dengan energi maskulin tidak akan merasakan ikatan seksual dengan pasangannya jika mereka merasa terlalu dikritik, dikendalikan, atau ketika mereka merasa pasangannya terlalu tertutup dan ‘dingin’ bagi mereka.

Sebaliknya, wanita didominasi oleh energi feminin yang berfokus pada pencarian pemenuhan dan koneksi emosional. Energi ini terbuka, santai, penuh persetujuan, pemahamaan, dan penerimaan, memelihara keadaan dan kedamaian di sekelilingnya, kooperatif, dan menghindari kompetisi. Bagi seseorang dengan polaritas feminin, jika mereka merasa keberadaannya tidak terlihat atau diakui, merasa tidak aman atau merasa tidak dipahami, maka tidak akan ada ketertarikan seksual pada pasangan maskulinnya. Terlalu banyak kritik terutama pada penampilannya membuat mereka merasa tidak dicintai, dan akibatnya mereka akan mulai menutup diri. 

Kedua energi ini harus seimbang di dalam hubungan romantis, karena saat polaritas hubungan Anda menjadi terlalu mirip, gairah akan mati. 

Pelihara Kehangatan Cinta dengan Merangkul Energi Inti Anda

Di sini saya akan menjelaskan pentingnya memahami ‘law of polarity’ dan memanfaatkannya dengan cerdas untuk terus menghidupkan gairah di dalam hubungan romantis Anda.

Polaritas dalam hubungan merupakan percikan yang terjadi antara dua energi yang berlawanan: maskulin dan feminin. Itu artinya, agar hubungan antara pria dan wanita dapat berhasil, salah satu pasangan harus memberikan polaritas maskulin sementara yang lain membawa polaritas feminin.

Pernahkah Anda meyadari bahwa banyaknya permasalahan dalam hubungan Anda kemungkinan besar karena salah satu atau kedua pasangan tidak merangkul energi inti yang mereka miliki? Ketika hal itu terjadi, Anda tidak merasakan hubungan romantis yang hangat seperti dulu, karena Anda berdua telah mengembangkan jenis energi yang sama atau karena Anda tidak merangkul energi inti Anda yang alamiah dan sebenarnya.

Peningkatan rasa kesadaran diri akan secara signifikan meningkatkan kecerdasan emosional Anda dan dengan demikian juga akan meningkatkan hubungan romantis Anda. Pemahaman seutuhnya terhadap dualitas energi yang mendasar ini juga akan memiliki efek yang luar biasa terhadap hubungan Anda: meningkatkan kapasitas Anda untuk berempati terhadap pasangan.

Merangkul Energi Inti dengan Lakukan Tiga Hal Ini

Pernahkah Anda menyatukan dua buah magnet? Anda tentu sudah menyadari bahwa energi yang sama saling tolak-menolak, sedangkan yang berlawanan tarik-menarik. Hal yang sama juga berlaku bagi polaritas energi maskulin dan feminin. 

Dua orang dengan energi yang sama mungkin dapat saling mencintai, tetapi mereka tidak akan pernah memiliki gairah dalam hubungan romantis. Sedangkan bagi Anda yang masih lajang dan belum merangkul energi feminin yang merupakan energi inti sejati Anda tentu tidak akan bisa menarik pasangan yang tepat bagi Anda. 

Berikut cara untuk merangkul energi inti Anda agar hukum polaritas dalam hubungan dapat bekerja untuk Anda.

  • Jujur

Jika Anda dan pasangan ingin agar hubungan romantis yang dimiliki dapat berhasil, coba cari tahu apa yang selama ini menghalangi Anda dan pasangan.

Anda harus merobohkan tembok yang telah Anda bangun dari waktu ke waktu dengan pasangan Anda dan mendapatkan pemahaman tentang mengapa Anda melakukan hal-hal yang Anda lakukan. Pertama, identifikasi masalah ketidakseimbangan antara energi maskulin dan energi feminin apa yang menciptakan rasa sakit bagi pasangan Anda—dan ambil tanggung jawab atas peran Anda di dalamnya. Hanya dengan begitu Anda dapat berhenti menyebabkan rasa sakit dan mulai memberikan apa yang pasangan Anda inginkan. 

  • Membuka Diri (Being Vulnerable)

Law of polarity’ dalam hubungan hanya bisa berjalan ketika kedua pasangan merasa aman. Banyak pasangan yang saya kenal menghabiskan waktu bertahun-tahun mempertahankan ketidakseimbangan energi di dalam hubungan mereka dan akhirnya mereka kehilangan gairah di dalam hubungan romantis. Padahal Anda hanya perlu memiliki sedikit keberanian untuk menjadi diri Anda sendiri, menerima diri Anda apa adanya dan memperbaiki sisi kelemahan diri.

Seringkali pengalaman menyakitkan di masa lalu menyebabkan adanya ketidakseimbangan energi. Anda atau pasangan memaksa diri untuk mengenakan topeng dan berpura-pura, menyangkal energi inti yang Anda miliki. Cobalah untuk melangkah ke dalam diri Anda, mengamati bagian dari diri Anda, yang seringkali “merasa tersakiti” karena disitulah “inner child wounds ” Anda berada. Penting sekali untuk diketahui, bahwa masalah dalam diri kita masing-masing adalah tanggung jawab diri sendiri.

  • Merangkul Energi Inti Diri dan Pasangan 

Untuk benar-benar menciptakan polaritas dalam hubungan romantis Anda, Anda harus benar-benar merangkul dan menghargai tak hanya energi inti Anda melainkan juga energi inti pasangan Anda. Setiap polaritas ingin merasa dihargai: energi maskulin ingin merasa dihargai atas kontribusi mereka, sementara energi feminin ingin merasa dipahami dan dihargai apa adanya.

Seorang pria maskulin bisa berubah dari dingin dan jauh menjadi terbuka dan jujur ​​ketika pasangannya membuatnya merasa bahwa keterampilan dan pendapatnya penting dan valid. Seorang wanita feminin dapat berubah dari merasa tidak aman dan selalu khawatir menjadi bebas dan berseri-seri begitu pasangannya membuatnya merasa dihargai, dilindungi, dan dicintai. Kedua energi harus berhenti mengharapkan pasangannya menjadi sesuatu yang bukan dirinya, dan sebaliknya menghargai energi inti masing-masing yang dibawa ke dalam hubungan. 

Pelajari Energi Feminin Anda Seutuhnya Dalam Kelas 6 Karakteristik Wanita Bernilai Tinggi

Buy Now

Saya juga akan mengadakan Kelas

“Unlocking Your Feminine Energy Guided Meditation”

Untuk kelas ini akan saya publikasi kan via Instagram untuk waktu dan tanggal nya. Kelas ini berdurasi 90 menit (termasuk Q&A) seputar feminine energy.

Share this :

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *