Blog

Bagaimana Pikiranmu Menciptakan Realita Hidupmu

reality
Live Mindfully / Spirituality

Bagaimana Pikiranmu Menciptakan Realita Hidupmu

Dalam memandang kehidupan, ada 2 jenis realita, yaitu realita eksternal dan realita internal.

Untuk memahami realita eksternal, dibutuhkan persepsi indera. Apapun yang ada di dunia eksternal muncul ke realita eksternal. Saat kamu melihat matahari, bulan, bumi, lautan dan merasakan udara dan beragam unsur alami kehidupan yang sudah ditempatkan di alam semesta. Ini semua adalah bagian dari realitas eksternal. Kita melihat, merasakan, dan lain-lain sebagai bentuk manifestasi fisik kehidupan yang diciptakan manusia.

Ketika membahas mengenai realitas internal, kamu memiliki mimpi, hasrat, keinginan, kebutuhan, kenikmatan, pikiran, perasaan, emosi, napas, sensasi, imajinasi, kesan tersembunyi, ingatan, dan banyak lainnya.

Kamu memahami realitas eksternal di dalam pikiran. Indra adalah alat bagi kamu untuk memahami kehidupan. 

Kamu tidak melihat kehidupan luar dalam bentuk alaminya, melainkan melihatnya melalui persepsi pribadi kamu.

Ketika kamu melihat manifestasi fisik kehidupan, kamu melihat impian dan hasrat kamu sendiri di dalamnya. Kamu tidak melihat rumah atau mobil, tapi kamu melihat mobil impian kamu atau rumah impian kamu dalam manifestasi fisik dari kehidupan.

Ketika kamu mengalami suatu situasi, orang, atau peristiwa dalam hidupmu, kamu merasakannya berdasarkan pengalaman kamu, tapi kamu tidak melihatnya dalam bentuk alaminya. Melainkan persepsimu.

Ketika kamu merasakan suatu situasi, orang, atau peristiwa kehidupan saat ini dalam bentuk alaminya, kamu dapat melihat masa lalu, masa kini, dan masa depan dari setiap situasi, orang, atau peristiwa dalam hidup kamu. Kamu dapat melihat bahwa apa pun yang terjadi saat ini, selalu berasal dari masa lalu.

Dengan kata lain kita menciptakan realita kita sendiri dari persepsi yang diciptakan oleh pikiran kita.

Keajaiban Realitas: Bagaimana Kita Mengetahui Apa Yang Benar –Benar Nyata?

Ketika kamu memahami realitas eksternal, kamu memahaminya dari kacamata realitas internal. Realitas eksternalmu hanyalah cerminan dari realitas internalmu. Yang juga disebut dengan memproyeksikan apa yang ada di pikiranmu. Semua diciptakan oleh pikiran.

Realitas eksternal itu nyata, tapi kamu tidak memahaminya dalam bentuk hakikinya, melainkan hanya melihat apa yang dapat dilihat oleh persepsi pribadi kamu.

Ketika benak kamu sepenuhnya terlibat dalam realitas eksternal, ia akan sibuk dengan hal-hal dari dunia lahiriah.

Pengalaman lahiriah kamu menciptakan realitas internalmu, yang pada gilirannya menghasilkan masa depanmu. Yang penting untuk diketahui di sini adalah hidup tidak terbatas pada realitas eksternal, kamu juga memiliki realitas internal yang masih tidak tersentuh oleh mu.

Realitas internal kamu adalah dunia yang tersembunyi, sedangkan dunia eksternal adalah tempat kamu mengalami realitas fisik. Dan saat kamu menyadari hal ini, kamu akan merasa bebas, karena kamu terlepas dari ilusi yang selama ini menciptakan persepsi.

“JIKA BENAK KAMU HANYA BERKUTAT DALAM REALITAS EKSTERNAL, HIDUP KAMU JAUH DARI KEBENARAN HIDUP YANG EKSISTENSIAL.”

Menemukan Kebenaran

Apa itu kebenaran eksistensial?

Kebenaran eksistensial itu adalah realitas eksternalmu membentuk realitas batinmu. Realitas batin kamu lalu berubah menjadi pengalaman lahiriah, karena pilihan dan keputusan kamu bergantung pada realitas batinmu.

Jika kamu hanya hidup dengan realitas eksternal, kamu tidak pernah menyadari, pengalaman dan kesan seperti apa yang telah kamu kumpulkan dalam batin.

Kamu mungkin berpikir bahwa semua pilihan dan keputusan adalah bagian dari pilihan sadar kamu, tapi kamu tidak akan pernah menyadari bahwa realitas batinmu, terbentuk dari realitas eksternalmu. Pilihan dan keputusan apa pun yang kamu buat adalah semata – mata hasil dari kumpulan hal-hal yang kamu bawa dalam benakmu.

Ketika kamu secara sadar terhubung dengan realitas batin, kamu dapat menciptakan jalan yang benar-benar baru untuk diri kamu sendiri, yang tidak bergantung pada pengalaman yang kamu jalani di dunia luar.

Apa yang terjadi ketika kamu terkoneksi dengan diri terdalammu?

Hidup bisa dijalani dengan dua cara. Cara pertama adalah tetap terlibat dalam realitas eksternal, tanpa mengetahui kebenaran sebenarnya di baliknya, dan cara lainnya adalah tetap terhubung dengan dunia batin kamu dan biarkan kehidupan terungkap di dunia eksternal.

Dan realitas ini yang saya sebut dengan ketidaksadaran. Saat kamu tidak melihat realitas sebenarnya, karena kamu hanya melihat persepsi eksternal yang akan selalu membawa kecemasan, penderitaan, konflik yang mengotak-ngotakan hidupmu.

Sebagai contoh, saat kamu mendengarkan seseorang berbicara, apakah kamu sibuk megevaluasi, mengkritisi, menghakimi mereka dalam pikiranmu ataukah pikiranmu hening tanpa apapun dan hanya benar-benar mendengarkan? Coba kamu amati dirimu saat bertemu seseorang, apa yang ada di pikiranmu? Apakah kamu menilai pakaiannya, tas yang dibawanya, ataukah cara bicaranya?

Ketika kamu terlepas dari proyeksi yang ada diluar dirimu, kamu menjadi pengamat kehidupan. Kamu tidak lagi menciptakan masalah yang tidak perlu ada sejak awal.

Tak lama kemudian, keinginan-keinginan itu menjadi proses berpikir kamu dan menjadi realitas lahiriahmu dari kehidupan.

Ketika kamu terhubung dengan dirmu, kamu menjadi sadar akan masa kini. Kesadaran kamu tumbuh pada masa kini dan pada saat yang sama, kamu juga tetap sadar akan semua pikiran dan bayangan yang melintas di benakmu.

Dengan fokus ke dalam diri, kamu tidak membiarkan dirimu terlibat dengan seluruh situasi, peristiwa, atau pengalaman hidup eksternal, melainkan kamu menjadi hati-hati dengan setiap pilihan dan keputusan hidup.

Kamu memilih hal-hal yang diperlukan dan memenuhi kebutuhan saat itu. Dan ini adalah tanda bahwa kesadaranmu mulai berkembang, menjadikanmu seseorang yang lebih “utuh” (well-rounded).

Apa yang membuatmu bereaksi terhadap hal-hal yang diluar dirimu adalah ketidaksadaran dan persepsi dari ilusi yang diciptakan oleh pikiranmu sendiri.

Saat kamu menyatu dengan irama kehidupan, kamu akan berhenti mengharapkan dari orang lain atau kehidupan. Karena kamu mampu mengamati, memperhatikan dan mengenali dirimu dan berbagai kejadian/peristiwa diluar dirimu tanpa melibatkan persepsi yang ada di pikiranmu.

Kamu akan lebih membiarkan hidup untuk mengalir sebagaimana mestinya tanpa kamu harus mengontrol dan mengharapkan sesuatu atau orang lain sesuai dengan keinginanmu (seharusnya seperti ini dan itu)/ide yang ada di pikiranmu.

Saat kamu berhenti berpikir SEHARUSNYA, kesadaranmu akan meningkakan kemampuanmu untuk mengamati kebenaran. Dan kamu akan menjadi “kaca”, kamu akan menjadi katalis untuk orang lain bertumbuh dan healing.

Perlahan dunia internalmu menjadi sangat jelas bagimu. Dengan tetap terhubung dengan dunia batin, kamu dapat membaca proses berpikirmu dalam berbagai situasi, peristiwa, dan pengalaman hidup.

Pikiran tidak akan pernah tenang sampai kita menemukan kepastian. Kita semua pernah atau masih ada di dalam kehidupan dimana masih merasa tidak pernah tenang.

Dan ketenangan hanya akan didapatkan dari kesadaran.

Kamu tidak hanya menjadi pengamat dunia lahiriah tapi juga pengamat dunia dalam dirimu.

Tidak mengherankan jika kita hidup dalam dunia yang penuh masalah dimana manusia berkelahi dengan diri nya sendiri, proyeksi pikirannya sendiri. Saat kamu mencapai kesadaran, kamu akan berhenti berkelahi dengan dirimu sendiri, disitulah kamu menemukan kedamaian.

Sampai saat itu datang, kamu hidup dengan fokus lahiriah, dunia batin tidak nyata untuk kamu. Satu-satunya realitas yang nyata untuk kamu, adalah realitas eksternal.

Pada saat kamu melihat dunia di dalam dirimu, kamu akan menyadari dua realita, internal dan eksternalmu.

Ketika kamu tetap sadar akan realitas internal dan eksternalmu dan melihat lingkaran yang terbentuk olehnya, kamu memisahkan dirimu dari realitas eksternal dan internal dan mulai menjalani hidup sebagai pengamat.

KETIKA PERHATIAN KAMU HANYA BERADA DI DUNIA EKSTERNAL, SESUNGGUHNYA KAMU MEMISAHKAN DIRIMU DARI KEBENARAN YANG UTUH. SELURUH PROSES KEHIDUPAN BERTUJUAN UNTUK MEMBAWA KAMU KE DALAM BATIN.

Semua rasa sakit, penderitaan dan stresmu ada untuk menolong kamu membangun hubungan dengan dunia dalam dirimu. Dengan kegembiraan dan kebahagiaan hidup, kamu tidak terhubung dari dalam, melainkan tetap terlibat dengan realitas eksternal.

Hanya rasa sakit dan kesedihan dan penderitaan mental yang menghubungkan kamu dengan dunia dalam dirimu. Semua rasa sakit dan penderitaan kamu tidak lain adalah sensasi di dalam tubuh. Kamu tidak akrab dengan sensasi batinmu dan dengan demikian menjadi sulit untuk memahami dunia yang tersembunyi. Untuk memahami sensasi, diperlukan upaya yang nyata. Semua pengalaman hidup kamu terbatas pada sensasi yang kamu rasakan. Kamu tidak dapat menjalani kehidupan di luar sensasi yang dirasakan.

Begitu kamu menjadi pengamat dunia batinmu, maka menjadi lebih mudah untuk mengamati dunia eksternal.

Tujuan akhir hidup adalah untuk menyadari sumber kehidupan dalam dirimu. Semua energi hidupmu harus digunakan untuk mencari kebenaran hidup. Di jalan kebenaran, semua tujuan hidup lainnya terjawab dengan sendirinya.

Saya berbicara dan mengajarkan lebih dalam tentang kesadaran dalam program Perjalanan Ke Dalam Diri dan saat ini masih dalam pembuatan kelas-kelas lainnya. Untuk saat ini, kelas yang sudah bisa diikuti adalah kelas Mindfulness bisa dibeli disini. Di kelas mindfulness, kamu akan belajar tentang persepsi dan ilusi yang diciptakan pikiran dan mengapa ilusi ini menciptakan masalah yang ada di dalam kehidupan.

Share this :

Leave your thought here

Your email address will not be published. Required fields are marked *